Tengku siwa
Tengku Siwa. Begitulah orang Sambor menyebut nama tempat ini. Tengku dalam bahasa Manggarai berarti jurang. Sedangkan Siwa merupakan nama leluhur mereka.Jauh di pelosok Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tersembunyi di balik hutan Sambor, Desa Nggalak, Kecamatan Reo Barat, tersembul lukisan alam yang membuat hati tertambat. Dikisahkan, Siwa merupakan pria tampan dan baik budi, sehingga disukai gadis-gadis cantik. Teman- temannya cemburu sehingga berusaha menyingkirkan Siwa. Suatu hari, ia diminta memanjat pinang yang tumbuh di tepi jurang. Siwa yang dikenal penurut itu segera memanjat. Namun pohon yang ternyata telah dipotong separuhnya itu tumbang seketika. Siwa terperosok bersama pohon pinang ke dalam jurang.Sejak saat itu, tempat ini diberi nama Tengku Siwa," terang Kepala Desa Nggalak, Konradus Dain, saat ditemui Media Indonesia, Sabtu (29/5). Meski tewas, riwayat Siwa tidak tamat begitu saja. Rupanya ketampanan dan budi baiknya telah menjelma dalam kebaikan semesta y...