Postingan

Tengku siwa

Gambar
Tengku Siwa. Begitulah orang Sambor menyebut nama tempat ini. Tengku dalam bahasa Manggarai berarti jurang. Sedangkan Siwa merupakan nama leluhur mereka.Jauh di pelosok Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tersembunyi di balik hutan Sambor, Desa Nggalak, Kecamatan Reo Barat, tersembul lukisan alam yang membuat hati tertambat. Dikisahkan, Siwa merupakan pria tampan dan baik budi, sehingga disukai gadis-gadis cantik. Teman- temannya cemburu sehingga berusaha menyingkirkan Siwa. Suatu hari, ia diminta memanjat pinang yang tumbuh di tepi jurang. Siwa yang dikenal penurut itu segera memanjat. Namun pohon yang ternyata telah dipotong separuhnya itu tumbang seketika. Siwa terperosok bersama pohon pinang ke dalam jurang.Sejak saat itu, tempat ini diberi nama Tengku Siwa," terang Kepala Desa Nggalak, Konradus Dain, saat ditemui Media Indonesia, Sabtu (29/5). Meski tewas, riwayat Siwa tidak tamat begitu saja. Rupanya ketampanan dan budi baiknya telah menjelma dalam kebaikan semesta y...

Tradisi Kokor Gola Enau Masyarakat Manggarai

Gambar
     Gula bagi warga Manggarai sudah tidak asing karena penduduk setempat telah menemukan solusi gula lokal.Warga masyarakat Flores Manggarai, NTT, khususnya di Kampung Pacar Kolang Kabupaten Manggarai Barat di zaman sebelum Indonesia merdeka sudah mampu menghasilkan gula secara tradisional.Warga pacar  Kolang,menyebutnya dengan Kokor Gola (bahasa Manggarai) atau Masak Gula. Tradisi ini di wariskan secara turun temurun dan masih bisa di temukan hingga saat ini Proses Kokor Gula di lakukan warga Pacar kolang,dengan  mencari pohon enau yang sedang berbuah.Dari buah enau menurut sebutan orang Manggarai Buah Raping itu kemudian di pukul hingga lembek dan mengeluarkan air lalu di iris (Pante,bahasa Manggarai) air jus buah enau di tampung dalam gogong (bambu) sebagai tempayan.   Proses pemukulan batang buah enau atau Ndara memakan waktu satu bulan hingga air tetesan buah mengalir.Air enau minze bisa menghasilkan manis maupun dapat di prose...

MOTANG RUA

Gambar
Motang Rua adalah pahlawan kebanggaan yang secara nasional mungkin kurang dikenal. Namun untuk kalangan masyarakat Manggarai, kisah perlawanan heroiknya terhadap penjajah Belanda dikisahkan turun-temurun.   Namanya pun dikenang dengan berbagai cara, entah itu berupa lirik lagu, ditulis dalam sejarah, terpampang di papan jalan, jadi nama sebuah lapangan serbaguna di pusat kota, dan juga dipahat dalam bentuk patung.  Sosok pahlawan itu hadir dalam patung bernama Ame Numpu atau yang lebih dikenal dengan nama julukan Motang Rua. Secara harafiah, motang rua (bahasa Manggarai) artinya babi hutan liar, galak, nakal, dan suka menyerang.Asal-muasal lahirnya perlawanan Motang Rua berawal dari masuknya Belanda di tanah Manggarai yang sekarang sudah menjadi tiga kabupaten: Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Raya, dan Manggarai Barat. 

makanan kue serabe khas Manggarai

Gambar
Kue  Serabe merupakan makanan tradisional sejenis kue berbentuk bulat yang tersebar di kampung-kampung Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.Kue Serabe merupakan kuliner khas yang dibuat oleh para perempuan di Flores Barat. Ini juga warisan makanan lokal yang diwariskan nenek moyang orang Manggarai Barat, khususnya kaum perempuan.Bahan-bahan Kukih Serabe dari beras atau dari ubi kayu yang sudah dihaluskan, bahkan terus berkembang diolah dari ubi talas dan ubi keladi.Suguhan Kue Serabe selalu dipadukan dengan minuman kopi khas Manggarai Barat yang tersebar di kampung-kampung. Ini juga makanan pembuka bagi tamu-tamu yang berkunjung ke rumah-rumah warga di seluruh Manggarai.Kaum perempuan di Manggarai  mengolah secara mandiri dan belajar langsung cara membuat Kukeh Serabe dari orangtua kita secara turun temurun.Kue Serabe selalu disuguhkan dalam berbagai pesta adat, pesta perkawinan dan pesta sekolah, pesta syukuran, ritual penti, syukuran akhir tahun,dan  baik ...